Perbedaan Tangki Stainless Steel dan Thermoplastic





Tangki tidak hanya digunakan untuk menyimpan air penggunaan tangki yang umum terutama dalam bidang Industri adalah untuk penyimpanan serta pemrosesan bahan kimia. Nah dalam penyimpanan bahan kimia material yang handal untuk digunakan umumnya ada dua tangki stainless steel dan tangki thermoplastic.


Keduanya sama-sama memiliki fungsi untuk menampung bahan cair. Sebenarnya tidak hanya kedua bahan itu saja yang bisa digunakan untuk membuat tangki. Namun, umumnya yang sering beredar di pasaran adalah kedua bahan itu. Mungkin Anda juga bingung, tangki berbahan apakah yang paling baik digunakan, kan?


Seperti yang juga banyak ditanyakan klien kami saat mereka hendak mengganti tangki nya ke material thermoplastic, pertanyaan yang sering muncul seperti dibawah ini:


Kami ingin mengganti tangki stainless steel dengan bahan High Density Polyethylene, namun apakah tangki kimia high density polyethylene memiliki kekuatan yang sama dengan tangki stainless steel? Apa saja kelebihan yang akan kita peroleh jika menggunakan tangki kimia high density polyethylene ini?”


Ternyata, faktanya mencengangkan! Tangki thermoplastic bisa digunakan dengan sangat baik, bahkan kinerjanya bisa dibilang lebih baik daripada tangki stainless steel.


Ini yang Perlu Anda Ketahui!


Namun, perlu Anda ketahui, bahwa dalam mengganti tangki stainless steel ke bahan thermoplastic perlu mencakup beberapa hal berikut ini :


1. Volume tangki.

2. Geometri.

3. Cairan apa yang akan ditampung.

4. Suhu

5. Tekanan

6. Tangki terletak di dalam (indoor) atau di luar ruangan (outdoor).


Ketika Anda telah memperhatikan kelima hal di atas, maka Anda bisa mempertimbangkan bahan terbaik yang bisa digunakan sebagai alternatif tangki stainless steel. Ada beberapa pilihan bahan alternatif thermoplastic seperti HDPE (High Density Polyethylene) dan PP (Polypropylene).


Mengapa Menggunakan Bahan Alternatif Thermoplastic sebagai Pengganti Tangki Stainless Steel?



Ketika memilih suatu bahan alternatif untuk tangki kimia maupun tangki mixing, tentu ada beberapa alasan dan petimbangan kenapa akhirnya memutuskan bahan tertentu, bukan? Ada beberapa alasan mengapa memilih tangki thermoplastic sebagai alternatif yang lebih baik untuk tangki stainless steel.


Coba Anda pikirkan, memang betul bahwa stainless steel merupakan baja yang kuat terhadap karat yang menawarkan kelebihan berupa kekuatan dan daya tahan yang luar biasa dalam beberapa aplikasi atau penggunaannya.


Sayangnya, bahan stainless steel kurang tahan terhadap beberapa bahan kimia. Sedangkan, bahan thermoplastic memiliki aplikasi yang lebih luas terhadap bahan kimia. Selain itu, bahan stainless steel juga lebih tinggi dibandingkan dengan plastik. Oleh karena itu, mungkin sebaiknya Anda mencoba untuk beralih ke tangki berbahan thermoplastic.


Kapan Sebaiknya Menggunakan Tangki Thermoplastic?


Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, bahwa penggunaan material thermoplastic terhadap bahan kimia lebih luas. Maksudnya, thermoplastic lebih tahan terhadap bahan kimia tertentu dibandingkan dengan stainless steel.


Berikut adalah beberapa contoh media di mana tangki plastik lebih unggul dibandingkan dengan tangki stainless steel dalam hal ketahanannya terhadap bahan kimia.


Asam Hidroklorat

Asam hidroklorat atau Hydrochloric acid merupakan bahan kimia yang bisa membuat stainless steel mengalami korosi lebih cepat. Oleh karena itu, disarankan jika akan menampung bahan ini untuk menggunakan tangki thermoplastic berjenis High Density Polyethylene (HDPE) saja.


Mash Water

Mash water atau air tumbuk merupakan asam yang dicampur dengan garam pada suhu tinggi. Nah, bahan ini bisa bersifat korosif untuk stainless steel. Untuk menampung bahan ini, lebih baik menggunakan tangki berbahan thermoplastic berjenis polypropylene (PP) saja.


Air Asin

Ada bahan alternatif lain untuk bisa menampung air asin, yaitu logam kromium. Namun, logam kromium yang sangat tinggi memiliki biaya yang tinggi juga. Jadi, kalau Anda ingin hemat, solusinya bisa menggunakan plastik dan PMMA (akrilik). Misalnya untuk bahan akuarium.


Natrium Hidroksida

Bahan stainless steel jika bertemu dengan bahan kimia ini bisa menyebabkan risiko retak atau terkikis dan berlubang. Nah, bahan yang cocok untuk menampung bahan kimia ini adalah plastik jenis HDPE.


Sodium Hipoklorit

Anda tentu pernah mendengar, kan, bahwa Sodium hipoklorit memiliki sifat yang sangat korosif. Yap, bahkan bahan plastik pun ada yang tidak cocok untuk menampung bahan ini. Apalagi jika menggunakan bahan stainless steel. Nah, bahan plastik yang cocok adalah PVC (Polyvinyl chloride).


Urea

Anda memang bisa menggunakan tangki stainless steel untuk menampung bahan urea. Namun, grade stainless steel itu sendiri harus yang 316. Biayanya jauh lebih tinggi. Oleh karena itu, untuk menghemat biaya, Anda bisa menggunakan bahan plastik HDPE.


Tangki Air

Nah, terakhir adalah air. Memang banyak yang menggunakan tangki stainless steel untuk menampung air. Sebagian besar bisa awet atau tahan lama digunakan selama 25 tahunan. Namun, harga tangki stainless steel lebih mahal daripada tangki thermoplastic. Jadi, untuk Anda yang tetap ingin menggunakan tangki air yang lebih hemat, Anda bisa menggunakan bahan alternatif plastik.


Tangki HDPE memiliki ketahanan cuaca yang sangat baik. Sehingga, Anda tidak perlu khawatir jika ingin menyimpan tangki tersebut di luar ruangan atau outdoor. Tangki HDPE juga didesain dengan standar ketahanan selama 25 tahun dengan konstruksi modern.


Oh iya, bagi Anda yang ingin menggunakan tangki berbahan Thermoplastic, namun ingin mendapatkan kekuatan struktural layaknya tangki stainless steel. Solusinya, Anda bisa mempertimbangkan ketebalan dinding dari tangki plastik tersebut yang lebih besar dan diperkuat dengan bahan tambahan.


Tangki Thermoplastic yang diperkuat dengan bahan tambahan seperti pelat ribbing eksternal, baffle internal atau rangka baja, maka ketahanannya bisa lebih kuat lagi. Untuk menghilangkan korosi, cincin dan rangka penguat bisa dilapisi HDPE Closedcell. Selain itu, sambungan nosel juga bisa menggunakan bahan plastik jenis PP sebagai sistem ketahanan korosinya.


Keuntungan lainnya menggunakan tangki berbahan thermoplastic kecepatan perbaikan sehingga mengurangi dampak Down-time produksi serta secara bobot tangki berbahan thermoplastic lebih ringan. Hal ini tentunya berpengaruh juga pada proses pemasangannya. Proses pemasangan tangki thermoplastic, karena lebih ringan, tentu akan lebih mudah proses pemasangannya.


Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai tangki plastik, Anda bisa menghubungi Flootank di enquiry@flootank.com. Engineer kami mampu menghitung dan mendesain berbagai aplikasi plastik industrial termasuk diantaranya model tangki (custom) untuk dioptimalkan sesuai dengan kebutuhan customer berdasarkan DVS Guideline 2205, DIN EN 1778, dan ISO 8584 yang diakui secara internasional.

13 views0 comments