Thermoplastic: Pengertian, Contoh, dan Aplikasinya

Updated: 11 hours ago


Tangki thermoplastic berwarna hitam direbahkan di aspal

Sejenak saat membaca judulnya, mungkin tidak sedikit dari Anda yang mengernyitkan dahi, karena ada istilah “Thermoplastic” pada judul. Namun, tahukah Anda arti yang sebenarnya dari thermoplastic ? Tidak hanya itu, kita juga akan membandingkan antara thermoplastic dan termoset. Tanpa berlama-lama, langsung saja kita masuk ke pembahasan pertama, yuk!

Apa itu Thermoplastic?


Tabel klasifikasi bahan komposit yang terbagi atas 3 komponen utama, yaitu polymer, metal, dan keramik

Bahan komposit diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu polimer, logam, dan keramik. Sifat dari ketiga komposit tersebut jelas berbeda secara substansial dan memiliki efek mendalam pada sifat-sifat komposit yang menggunakannya. Nah, thermoplastic adalah material yang terbentuk dari polimer. Singkatnya, polimer atau makromolekul merupakan molekul besar yang dibangun dengan pengulangan oleh molekul sederhana yang disebut monomer.


Baca Juga: Fabrikasi Tangki Kimia Custom Sesuai Keinginan? Flootank Siap Mewujudkannya!


Sifat yang terlihat jelas dari polimer adalah jika dipanaskan akan melunak, namun ketika didinginkan akan kembali mengeras. Proses tersebut bisa berlangsung berulang kali, sehingga polimer bisa didaur ulang dalam berbagai bentuk. Contohnya thermoplastic adalah PE (polyethylene) dan PVC (polyvinyl chloride).


Ada thermoplastic , ada juga termoset. Polimer diklasifikasikan menjadi dua, yaitu thermoplastic dan termoset. Termoset merupakan polimer yang ketika dipanaskan, dia bisa meleleh dan mudah dibentuk. Ketika didinginkan akan mengeras, namun ketika dipanaskan sudah tidak bisa meleleh lagi, bahkan bisa semakin mengeras. Meskipun thermoplastic dan termoset adalah polimer plastik yang sama dalam beberapa kasus, namun ada beberapa perbedaan antara thermoplastic dan termoset. Nah, ini dia yang akan kita bahas selanjutnya.


Perbedaan Thermoplastic dan Termoset


1. Titik Lebur

Perbedaan utama antara polimer thermoplastic dan termoset adalah sifat mereka setelah dipanaskan. Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, bahwa titik leleh thermoplastic lebih rendah dari suhu degradasi, sedangkan termoset lebih tinggi.

Setelah Anda memanaskan thermoplastic , kemudian mendinginkannya sambil membentuknya sesuai dengan yang diinginkan, produk bisa kembali meleleh lagi saat dipanaskan dan dibentuk lagi menjadi produk lain. Nah, produk yang terbentuk dari thermoplastic ini bisa didaur ulang.

Sedangkan, produk yang terbuat dari polimer termoset tidak bisa didaur ulang. Jadi, ketika dipanaskan, meleleh, dan dibentuk menjadi suatu produk. Kemudian, ketika dipanaskan lagi, produk tersebut tidak bisa meleleh. Bahkan bisa menjadi semakin keras. Polimer ini cenderung mempertahankan bentuk padatnya mereka.


2. Estetika

Umumnya, thermoplastic diproduksi dengan tujuan untuk hasil akhir yang berkualitas tinggi. Namun, untuk estetika, termoset lebih unggul. Proses pembuatan produk dari polimer termoset menggunakan teknik-teknik yang unik.

Proses termoset memungkinkan pelapisan dan pengecatan dalam cetakan. Proses tersebut akan menciptakan ikatan yang kuat antara cat dan permukaan plastik. Oleh karena itu, mereka memiliki daya rekat yang sangat baik, mencegah pengelupasan, chipping, retak, dan kecacatan cetakan injeksi lainnya.

Termoset juga cocok untuk hasil akhir yang berkilap, penambahan logo, dan berbagai detail unik yang menciptakan hasil estetik lainnya. Contoh produk termoset adalah bagian mobil, aksesoris kapal, dan tangki.


Baca Juga: Perbedaan Tangki Stainless Steel dan Thermoplastic


3. Tahan Korosi

Berdasarkan perkiraan, pabrik pengolahan kimia mengeluarkan biaya tinggi dari kejadian korosi yang mencapai 10% dari modal mereka. Akibatnya, kita perlu mempertimbangkan efek korosi pada material sebelum memilih suatu produk.

Alih-alih menghabiskan banyak uang karena kehilangan bahan akibat korosi, lebih baik langsung membeli produk dengan bahan yang tahan terhadap korosi. Kedua jenis polimer ini sama-sama memiliki kemampuan tahan korosi, namun thermoplastic lebih tahan terhadap serangan kimia daripada termoset.


Seluk-beluk Thermoplastic

Sekarang, mari kita menggali lebih dalam tentang thermoplastic , yuk!

Seperti yang sudah disinggung di awal, bahwa thermoplastic adalah jenis plastik yang terbuat dari resin polimer yang melunak saat dipanaskan, dan akan mengeras saat didinginkan.


Dengan karakteristiknya yang seperti itu, thermoplastic mudah didaur ulang dan tidak menunjukkan perubahan sifat kimia saat dipanaskan atau didinginkan berulang kali.

Ketika thermoplastic dipanaskan, sifat fisiknya berubah menjadi cairan dihomogenisasi dan dapat dibentuk kembali atau diubah bentuk dan ukurannya. Untuk memprosesnya, Anda memerlukan metode injection moulding, ekstrusi, dan blow moulding.


Thermoplastic memiliki ujung yang basah. Nah, ujung tersebut biasanya terbungkus oleh pelindung logam struktural yang dilindungi oleh lapisan epoksi tahan bahan kimia. Hal tersebut memungkinkan pompa yang tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan dan mentoleransi beban yang sama layaknya pompa loga.


Korosi memang menyumbang sekitar 10% dari total pengeluaran industri kimia. Untuk mengantisipasi hal tersebut, insinyur menggunakan plastik tahan korosi untuk tangki proses dan tangki penyimpanan.


Thermoplastic cenderung tahan terhadap bahan kimia. Sehingga, bahan ini cocok digunakan untuk berbagai aplikasi, termasuk kebutuhan industri. Plastik ini dipilih berdasarkan spesifikasi proses tertentu tergantung pada tujuan penggunaannya.


Ketahanan Kimia Thermoplastic

Di lingkungan yang asam, kita ambil contoh daerah perkotaan, sistem perpipaan baja seringkali rentan terhadap korosi atau karat pada sambungannya. Sehingga, banyak produk baja yang memerlukan perawatan khusus untuk mencegah korosi.


Untuk meminimalisir biaya yang terkait dengan perawatan pipa baja supaya terhindar dari korosi, Anda bisa memilih menggunakan bahan thermoplastic daripada baja.

Berikut adalah sifat thermoplastic yang membuatnya cocok digunakan sebagai pengganti pipa baja:

  1. Bisa menangani bahan dan lingkungan yang korosif dengan baik.

  2. Mampu membawa bahan suhu ekstrem (baik panas maupun dingin. Sehingga, thermoplastic cocok untuk diaplikasikan sebagai alat atau media transportasi cairan.

  3. Umumnya memiliki diameter yang kecil, mulai dari seperempat inci sampai 16 inci. Sehingga, banyak orang yang memanfaatkannya untuk pipa air pada bangunan perumahan dan komersial.

PVC (polyvinyl chloride) dan polyvinyl terklorinasi (CPVC) biasanya digunakan untuk memproduksi pipa baja di lingkungan asam dan keras. Tidak hanya itu, polypro, pylene, polyvinylidene fluoride (PVDF), acrylonitrile butadiene styrene (ABS),nylon, dan polyethylene juga bisa digunakan.


Thermoplastic adalah solusi yang baik untuk banyak bangunan, menawarkan ketahanan yang baik terhadap larutan asam dan basa. Karena karakteristiknya seperti itu, tidak heran kalau thermoplastic diaplikasikan dalam pembuatan komponen industri. Mereka banyak digunakan pada bahan teknis di bidang yang membutuhkan konstruksi pompa dan mixer. Namun, mereka bukan pilihan terbaik untuk mengoksidasi kuat asam pekat dan halogen.

Thermoplastic datang dalam berbagai jenis. Tentunya, dengan aplikasi unik milik mereka sendiri.


Contoh polimer thermoplastic antara lain:


1. Polyethylene (PE)

Polyethylene merupakan plastik yang paling umum digunakan. PE memiliki karakteristik kuat, tahan lama, dan tahan terhadap sebagian besar bahan kimia. PE dengan berat molekul ulta tinggi (UHMWPE) digunakan untuk memproduksi suku cadang mesin yang bergerak, bantalan, roda gigi, sambungan buatan, dan rompi anti peluru.


Ada juga HDPE (High Density Polyethylene) yang digunakan untuk membuat barang-barang seperti tangki kimia, pipa gas dan air, mainan, botol shampoo, dan bak margarin.

Kemudian, ada lagi jenis PE lainnya, yaitu MDPE (Medium Density Polyethylene), LLDPE (Linear Low Density Polyethylene), dan LDPE (Low Density Polyethylene).


2. Polypropylene (PP)

Polypropylene atau PP merupakan polimer komoditas kedua yang juga banyak digunakan. PP digunakan di berbagai industri untuk membuat barang termasuk wadah makanan yang bisa didaur ulang, produk sanitasi, peralatan medis tahan panas, tali, karpet, baterai mobil, isolasi kabel, tempat penyimpanan, dan uang kertas.

Itu dia informasi mengenai polimer thermoplastic.


Baca Juga: Perbedaan Vertical Wet Scrubber dan Horizontal Wet Scrubber


Jika anda tertarik untuk memahami lebih lanjut tentang produk tangki kimia custom, tangki industrial dan tangki mixer dari material High Density Polyethylene (HDPE) dan Polypropylene (PP), Anda bisa cek produk kami disini. Untuk pertanyaan, konsultasi, dan pemesanan tangki untuk kebutuhan Industri/bisnis Anda, dapat dilakukan melalui kontak Email kami.

5 views0 comments