top of page

Tangki Penyimpanan Asam Sulfat: Atasi Bahaya dan Kenali Lebih Dekat!

Chemical Tank HDPE for Sulfuric Acid h2so4
Chemical Tank HDPE

Asam sulfat merupakan bahan kimia yang sangat berbahaya karena sifat korosifnya yang dapat merusak benda-benda di sekitarnya, bahkan sampai pada tingkat yang sangat berbahaya bagi manusia. Namun, bahan kimia ini sangat penting dalam berbagai industri, mulai dari pengolahan makanan hingga pembuatan baterai. Oleh karena itu, penggunaan tangki penyimpanan asam sulfat menjadi hal yang sangat penting agar keamanannya dapat terjaga.


Cairan kental yang menyengat, tidak berwarna hingga agak kuning ini kadang-kadang diwarnai coklat tua selama produksi untuk mengingatkan orang akan bahayanya. Tantangan terbesar dalam bekerja dengan asam sulfat adalah bahwa ia adalah pengoksidasi agresif. Ini menantang kekuatan dan desain banyak tangki penyimpanan. Tangki dan perlengkapan Flootank dapat dikombinasikan secara khusus untuk menyimpan asam sulfat dan mengurangi risiko.


Mari kita lihat lebih dekat apa itu asam sulfat, bagaimana asam sulfat digunakan, dan bagaimana Anda dapat mengatasi tantangan korosifnya dengan tangki penyimpanan yang tepat.


Apa itu Asam Sulfat?


Asam sulfat adalah salah satu bahan kimia yang paling banyak digunakan, dengan jutaan ton diproduksi setiap tahun. Ini digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk pengolahan air dan air limbah, baterai mobil, pewarna dan pigmen, pemrosesan mineral, pembuatan pupuk, penyulingan minyak, dan pembuatan bahan kimia.


Pada konsentrasi tinggi, asam sulfat dapat menyebabkan kerusakan serius saat kontak. Ini tidak hanya menyebabkan luka bakar kimiawi dengan cara hidrolisis, tetapi juga luka bakar termal sekunder melalui dehidrasi. Hal ini dapat menyebabkan kebutaan permanen jika melakukan kontak dengan mata dan kerusakan permanen jika tertelan. Jika asam sulfat tumpah pada logam, ia dapat membuat gas hidrogen yang sangat mudah terbakar.


Tantangan penyimpanan utama asam sulfat adalah sifatnya yang korosif. Korosifitasnya berdampak pada berbagai bahan, seperti logam, bahan hidup, batu, dan plastik. Ini terutama merupakan hasil dari sifat asamnya yang kuat. Selanjutnya, ketika terkonsentrasi menunjukkan sifat dehidrasi dan pengoksidasi yang kuat.



Contoh Kasus Bocornya Tangki Penyimpanan Asam Sulfat


Salah satu kasus akibat bocornya asam sulfat terjadi di sebuah pabrik kimia di Amerika Serikat pada tahun 2014. Bocornya asam sulfat terjadi dari tangki penyimpanan yang bocor dan menyebabkan tumpahan asam sulfat di area sekitar pabrik. Akibatnya, sejumlah besar karyawan dan warga sekitar harus dievakuasi sementara waktu karena bahaya korosif dan beracun dari asam sulfat. Tim pemadam kebakaran dan pasukan darurat segera merespons insiden ini dan melakukan penanganan bahan kimia dengan hati-hati dan sesuai dengan protokol keamanan. Kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya tindakan pencegahan dan pengelolaan bahan kimia yang baik dalam industri.


Cara Memilih Tangki Penyimpanan Asam Sulfat yang Tepat


Sifat asam sulfat yang sangat korosif menguji batas sistem penyimpanan saat ini. Ada tiga pertimbangan saat memilih tangki penyimpanan yang ideal—korosif asam, berat molekul, dan konsentrasi yang digunakan.


1. Korosif


Karena ini adalah pengoksidasi agresif, pengamanan diperlukan untuk mencegah tangki polietilen menjadi rapuh dan retak, yang dapat mengakibatkan kebocoran atau kegagalan tangki penyimpanan.


2. Berat molekul


Dengan berat molekul 98,079 g/mol, asam sulfat adalah bahan kimia yang sangat berat yang akan menguji integritas mekanis bahan apa pun.


3. Konsentrasi


Asam ini menampilkan sifat yang berbeda tergantung pada konsentrasi yang digunakan. Ini digunakan dalam tiga konsentrasi utama, berdasarkan aplikasi penggunaan akhir, yaitu 93-98%, 80 hingga 92%, dan 80%.



Rekomendasi Tangki Penyimpanan untuk Asam Sulfat


Wadah yang paling umum digunakan untuk menyimpan larutan asam sulfat adalah tangki polietilen densitas tinggi (HDPE). Manfaat menggunakan termoplastik untuk penyimpanan asam sulfat adalah bahwa bahan-bahan tersebut tidak reaktif dengan H2SO4 seperti logam tangki baja karbon dan sehingga produksi gas hidrogen dan besi sulfat dihindari.


Dalam kesimpulannya, penting bagi industri untuk mengenali bahaya dan risiko yang ditimbulkan oleh asam sulfat serta cara terbaik untuk menyimpannya dengan aman dan efektif.


Flootank dapat menjadi solusi terbaik untuk menyediakan tangki penyimpanan asam sulfat yang terbaik dan sesuai dengan kebutuhan Anda. Dengan menggunakan teknologi yang canggih dan material HDPE berkualitas tinggi, tangki penyimpanan Flootank mampu menangani kebutuhan penyimpanan asam sulfat dengan aman dan efektif. Jangan ragu untuk menghubungi tim ahli kami untuk konsultasi lebih lanjut tentang tangki penyimpanan asam sulfat yang tepat untuk kebutuhan industri Anda.


Jika anda tertarik untuk memahami lebih lanjut tentang produk tangki kimia custom, tangki industrial, dan tangki mixer dari material High Density Polyethylene (HDPE)Polypropylene (PP), dan Modular Reservoir steel coating HDPE Anda bisa cek produk kami disini. Untuk pertanyaan, konsultasi, dan pemesanan tangki untuk kebutuhan Industri/bisnis Anda, dapat dilakukan melalui kontak Email kami.



450 views0 comments
bottom of page