Perbandingan material Wet Scrubber mana yang paling efektif digunakan?

Updated: Oct 23

Sistem scrubber merupakan kumpulan dari berbagai macam alat pengendali polusi udara yang bisa digunakan untuk membuang partikel dan/atau gas dari arus gas keluaran industri.

Jenis scrubber ada dua, yaitu scrubber basah (wet scrubber) dan scrubber kering (dry scrubber). Dry scrubber menggunakan bahan padat untuk menghilangkan polutan. Sebaliknya, wet scrubber menggunakan pelarut cair atau liquid untuk menghilangkan polutan. Keduanya sama-sama efektif menghilangkan polutan gas dan bau dari limbah industri. Namun, wet scrubber dirasa lebih baik dalam menghilangkan polusi udara dibandingkan dengan dry scrubber.


Baca Juga: Bagaimana cara Wet Scrubber Menghilangkan Polusi Udara?


Oleh karena itu, mayoritas industri menggunakan wet scrubber untuk menjaga polutan agar tidak mencemari udara luar. Setiap industri yang menghasilkan polutan udara akan menggunakan wet scrubber dengan berbagai desain dan konstruksi sesuai dengan kebutuhan masing-masing.


Nah, pemeliharaan yang berkelanjutan mengenai sistem tersebut perlu dilakukan untuk menjaga efektivitas kinerja sistemnya. Saat ini, sistem wet scrubber tersedia dalam beberapa bahan, seperti polypropylene, FRP (fiber reinforced plastic), polysulfon, dan stainless steel. Masing-masing dari bahan tersebut tentu saja memiliki kelebihan dan kelemahannya sendiri.

Pengoperasian wet scrubber yang andal memiliki efek langsung pada kemampuannya dalam menghilangkan polusi udara. Ketika terdapat masalah pada sistem, maka bisa menyebabkan downtime yang mendadak dan berlebihan. Masalah lain yang lebih serius terjadi ketika kapasitas scrubbing cadangan tidak tersedia. Dengan begitu, waktu yang diperlukan untuk pembersihan mist eliminator bsia menyebabkan kerugian yang besar, diperlukan adanya daya tambahan, hingga penggantian dan kemungkinan adanya gangguan pembangkit listrik.


Setiap bahan memiliki efek langsung pada kebutuhan operasi dan pemeliharaan. Begitu pun dengan modal dan biaya operasionalnya. Oleh karena itu, penting untuk kita mempelajari masing-masing dari bahan tersebut untuk dianalisis kira-kira manakah bahan wet scrubber yang paling cocok untuk Anda.


Keunggulan dan Kelemahan Bahan Wet Scrubber


FRP (Fiber Reinforced Plastic)



FRP terdiri dari matriks vinil ester atau resin poliester, di mana serat kaca secara berkelanjutan ditambahkan untuk membuat struktur bahan tersebut semakin kuat.

FRP sendiri banyak digunakan dalam industri pipa dan bejana karena keunggulannya. Adapun keunggulan dari FRP, yaitu biaya relatif lebih rendah dibandingkan dengan logam tahan korosi, ketahanan terhadap bahan kimia dan korosi, bobot yang ringan, kuat, kaku, dan mampu untuk menahan beban.


Baca Juga: Keunggulan Polypropylene sebagai material Wet Scrubber


Penggunaan bahan FRP dalam konstruksi penghilang polusi udara telah dicap berhasil. Bahkan, bahan yang satu ini juga mulai dipercaya sebagai bahan konstruksi untuk industri lainnya.


Namun disisi lain FRP memiliki kekurangan terkait upaya perawatan maupun perbaikan yang sulit jika terjadi kebocoran. Selain itu dari sisi ketahanan suhu untuk jangka waktu yang panjang juga tidak sebaik material lainnya. Umumnya, Fiberglass Reinforced Plastic tidak dapat digunakan pada suhu tinggi untuk waktu yang lama dimana FRP umumnya, hanya digunakan di bawah 100 ° C sehingga untuk mencapai ketahanan suhu yang tinggi diperlua resin yang tahan suhu tinggi.


Stainless Steel



Stainless steel merupakan bahan yang paling mahal dibandingkan dengan bahan lainnya untuk digunakan sebagai konstruksi wet scrubber. Hal itu tentu saja karena kekuatan dan ketahanan mekaniknya yang lebih unggul. Bahan ini tahan berada di bawah paparan suhu tinggi berkepanjangan.


Selain itu, stainless steel juga dianggap lebih mudah dibersihkan. Namun, ya itu tadi, bahan yang satu ini terbilang jauh lebih mahal. Ketahanan terhadap bahan kimia juga tidak begitu luas.


Polypropylene



Nah, di antara tiga bahan wet scrubber, polypropylene merupakan pilihan yang dirasa paling tepat. Hal itu karena keunggulan yang dimilikinya. Polypropylene merupakan bahan yang paling hemat biaya dalam jangka waktu panjang. Selain itu, bahan ini juga bisa dengan mudah dibentuk, dicetak, dan diekstrusi. Yang menarik adalah bahan ini tahan terhadap banyak bahan kimia. Dengan kata lain, ketahanan bahan polypropylene terhadap kimia lebih luas dibanding yang lainnya, terutama dalam menghadapi konstituen asam dan basa dalam wet scrubber.


Karena keunggulannya itulah, bahan polypropylene yang saat ini paling banyak digunakan untuk eliminator kabut wet scrubber.


Masalah yang Seringkali Muncul di Lapangan

Masalah yang seringkali dialami wet scrubber terbagi menjadi dua kategori dasar, yaitu :


1) kotor dan korosi.

2) kerusakan terkait panas pada komponen.


Kotor dan korosi menjadi masalah yang memiliki efek besar pada efisiensi operasi sistem dan pada persyaratan operasi, serta pemeliharaan. Kotor atau fouling terjadi ketika padatan dan garam yang dihasilkan selama proses wet scrubbing menumpuk di bagian mist eliminator. Sedangkan, korosi terjadi ketika oksidasi atau bahan kimia menyerang permukaan dan celah-celah komponen eliminator.


Baca Juga: Pentingnya Scrubber Kimia Bagi Pabrik Anda


Nah, kalau Anda tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang pembersih udara menggunakan sistem wet scrubber, Anda bisa menghubungi kami di enquiry@flootank.com. Sistem kontrol emisi dan bau tercanggih yang dirancang oleh Flootank untuk aplikasi pada banyak industri. Kami menggunakan bahan thermoplastic berkualitas, ukuran dan elemen lainnya untuk menciptakan solusi yang paling efektif untuk membuat udara di sekitar Anda bebas polusi.


Jika anda tertarik untuk memahami lebih lanjut tentang produk tangki kimia custom, tangki industrial, dan tangki mixer dari material High Density Polyethylene (HDPE)Polypropylene (PP), dan Modular Reservoir Anda bisa cek produk kami disini. Untuk pertanyaan, konsultasi, dan pemesanan tangki untuk kebutuhan Industri/bisnis Anda, dapat dilakukan melalui kontak Email kami.

183 views0 comments