Search

Mengenal Jenis Material Chemical Storage Tank, Manakah yang Akan Anda Pilih?



Ada banyak perusahaan di seluruh dunia yang menggunakan tangki penyimpanan bahan kimia (chemical storage tank) untuk kegiatan operasional hariannya. Tujuan perusahaan tersebut cukup bervariasi, tergantung dari jenis industri atau bahan kimia yang mereka gunakan.


Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengenal jenis-jenis chemical storage tank dan menganalisis masing-masing kelebihan dan kekurangan dari jenis-jenis tersebut.

Memilih jenis tangki dan bahan yang tepat bisa menghemat waktu dan biaya. Sebaliknya, jika salah pilih, Anda tentu akan sulit menghemat biaya dan waktu. Karena, Anda harus melakukan perawatan rutin supaya tangki lebih tahan lama. Hal itu membuat waktu Anda terkuras habis. Padahal, Anda bisa menggunakan waktu tersebut untuk mengurusi yang lain.

Anda tidak mau, kan, kalau bisnis mengalami kerugian hanya karena salah memilih inventaris seperti chemical storage tank yang satu ini?


Tentu saja, saat menjalankan bisnis, Anda mengharapkan adanya keuntungan yang kegiatan operasionalnya berlangsung secara efektif dan efisien. Oh iya, penggunaan bahan atau pemilihan jenis tangki yang kurang tepat juga bisa menyebabkan kerusakan seperti kebocoran tangki, lho.


Kebocoran tangki ini bukanlah sesuatu yang sepele. Tangki yang mengalami kebocoran bisa menimbulkan polusi udara di lingkungan kerja Anda. Tentu saja, hal itu akan berimbas pada kesehatan Anda, karyawan, dan bahkan pelanggan Anda.


Lalu, mengapa suatu tangki bisa mengalami kebocoran? Alasannya beragam, mulai dari korosi, kesalahan dalam perawatan, kesalahan saat membawa tangki, pemasangan, hingga cacat dalam konstruksi. Oleh karena itu, sangat penting bagi bisnis untuk memilih jenis dan bahan tangki yang tepat sesuai dengan kebutuhan.


Umumnya, chemical storage tank tidak hanya untuk menyimpan bahan kimia saja, melainkan juga berfungsi dalam mencampur, memproses, menyimpan, dan mengangkut bahan mentah hingga produk kimia.


Produk tersebut termasuk air limbah, minyak mentah, asam klorida, minyak bumi, dan propana. Umumnya, tangki berbentuk persegi panjang atau silinder. Namun, ada lho, beberapa tangki yang dirakit khusus dengan bentuk dan ukuran tertentu.


Tangki industri memiliki beberapa jenis yang berbeda, termasuk dalam menyimpan bahan kimia, minyak, air panas, dan berbagai cairan lainnya. Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih jenis-jenis chemical storage tank, seperti:

  1. Dosis kimia

  2. Kombinasi atau campuran bahan kimia

  3. Suhu

  4. Tahan terhadap cuaca tertentu

  5. Desain

  6. Pemeliharaan yang berkelanjutan

  7. Biaya

  8. Usia produk

Kalau melihat jenis-jenis chemical storage tank di atas, Anda jadi bisa memilih tangki manakah yang paling cocok untuk bisnis Anda. Misalnya, tangki plastik lebih baik dalam menyimpan berbagai jenis bahan kimia dibandingkan dengan tangki berbahan dasar beton.


Jenis-Jenis Chemical Storage Tank


Chemical storage tank terbagi menjadi empat jenis, yaitu plastik (polyethylene, polypropylene, PVC, dan PVDF), stainless steel, fiberglass (FRP), dan beton. Oke, kita bahas satu per satu dari semua jenis tersebut ya.


Stainless Steel (304, 316, Nickel Alloy, dan Carbon Steel)





Stainless Steel merupakan salah satu dari jenis-jenis chemical storage tank yang paling umum digunakan. Hal ini karena sifat bahannya yang tahan korosi, kuat, tahan lama, dan dapat digunakan untuk berbagai aplikasi.


Ada empat jenis utama tangki stainless steel: baja 304, baja 326, nickel alloy, dan carbon steel. Storage tank jenis ini terbukti efektif, namun tidak cocok untuk menyimpan beberapa jenis asam. Selain itu, jenis stainless steel terbilang cukup mahal dibandingkan dengan bahan lainnya.


Baja 304 merupakan yang paling populer di antara jenis baja lainnya. Karena, harganya cukup terjangkau dan tahan terhadap korosi. Sehingga, jenis ini sangat ideal untuk digunakan dalam konstruksi atau industri makanan.


Baja 316 hampir mirip dengan baja 304. Bedanya, baja 316 memiliki ketahanan yang lebih tinggi terhadap klorida. Sehingga, sangat cocok digunakan untuk daerah pesisir.


Selanjutnya, kita akan membahas tentang nickel alloy atau paduan nikel. Jenis yang satu ini mirip dengan stainless steel, namun memiliki ketahanan korosi yang lebih tinggi. Artinya, bahan ini lebih aman digunakan untuk menyimpan bahan kimia atau transportasi bahan kimia.


Terakhir, ada jenis carbon steel. Jenis ini tidak mengkilap layaknya jenis baja yang lain. Namun, jenis ini tidak tahan terhadap korosi. Dalam beberapa waktu, tangki yang menggunakan bahan ini tentu akan mengalami korosi. Kecuali, jika Anda melapisinya dengan bahan anti-korosi seperti poliuretan. Namun, pelapisan tersebut bukan solusi yang permanen.


Jenis yang terakhir ini cocok untuk Anda yang memiliki industri non-korosif dan lokasi yang tidak begitu terbuka. Namun, perlu Anda perhatikan juga bahwa jenis carbon steel ini membutuhkan perawatan supaya tidak mudah mengalami korosi. Tentu saja biayanya akan lebih tinggi di perawatan. Selain itu, bobot bahan ini juga lebih berat, sehingga biaya pengiriman tentu akan lebih mahal.


Fiberglass (FRP)





Fiberglass atau FRP merupakan jenis chemical storage tank yang memiliki ketahanan karat, korosi, panas, dan abrasi. Jenis material ini juga lebih ringan dibandingkan dengan tangki stainless steel atau beton. Keunggulan dari tangki fiberglass mencakup fleksibilitas, andal, dan proses pemasangan serta modifikasi yang mudah.


Tangki FRP termasuk jenis tangki dengan satu dinding atau bunded, bawah tanah, di atas tanah, horizontal, maupun vertikal. Jadi, Anda bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan Anda. Kapasitas penyimpanan bawah tanah juga bisa mencapai 500.000 liter, lho. Sedangkan, di atas tanah hanya 75.000 liter.


Tangki fiberglass cocok untuk digunakan dalam beberapa aplikasi. Namun, karena proses konstruksinya, maka kebocoran bisa saja terjadi. Hal itu tentu akan membutuhkan perawatan dan biaya yang lebih di masa depan. Human error juga menyumbang peluang terjadinya kebocoran dengan cepat.


Concrete





Concrete atau beton, Anda pasti sering mendengarnya, kan? Tangki beton sudah sering digunakan untuk penyimpanan air dan bahan kimia selama beberapa dekade. Namun, kemajuan teknologi membuat industri chemical storage tank membuat tangki jenis ini kurang efektif dan efisien. Hal itu karena beton memiliki sifat yang mudah bocor. Sehingga, diperlukan pelapisan dan perawatan yang rutin supaya mengurangi peluang kebocoran di masa depan.


Namun, tangki beton memiliki keuntungan, yaitu kuat, tahan lama, dan fleksibilitas baik untuk industri rumah tangga maupun komersial. Kekurangannya ya itu tadi, mudah bocor atau retak, karena tulangan baja dan kapur yang terdapat pada beton. Selain itu, beton termasuk material yang berat, sehingga akan sulit diangkut.


Plastik (PE, HDPE)





Tangki kimia berbahan plastik merupakan yang paling populer digunakan, jika dibandingkan dengan ketiga bahan lainnya. Hal itu karena tangki yang berbahan plastik memiliki berbagai keunggulan yang bisa diandalkan. Nah, jenis tangki plastik juga ada beragam, tergantung dari jenis dan metode pembuatannya.


Jenis yang pertama akan kita bahas terlebih dahulu adalah PE. Bahan jenis PE yang umum digunakan dalam fabrikasi tangki adalah High-Density Polyethylene (HDPE) dan Low-Density Polyethylene (LDPE).


Keunggulan dari HDPE yang utama adalah tahan terhadap lingkungan, bahan kimia, dan biayanya terjangkau. Begitu pun dengan LDPE yang tahan terhadap bahan kimia, tetapi juga bisa meningkatkan penyerapan air yang rendah, tahan terhadap benturan, dan anti noda.

Selain HDPE dan LDPE, bahan populer lainnya untuk digunakan sebagai tangki penyimpanan bahan kimia adalah Cross-linked Polyethylene (XLPE). Pada dasarnya, XLPE merupakan HDPE yang mengikat ikatan dan polimer bersama-sama untuk meningkatkan sifat fisiknya.


Bahan ini dicetak secara eksklusif dan tidak bisa dilas. Lalu, apa keuntungan memilih bahan ini? Karena, perawatan untuk XLPE cukup terjangkau atau rendah, memiliki ketangguhan yang lebih baik dan perlu untuk ditingkatkan, tahan bahan kimia, tahan bocor, dan masa pakai yang lebih lama.


Tangki plastik pada umumnya memiliki masa pakai yang lebih daripada baja dan fiberglass. Hal itu karena sifat teknisnya yang meliputi ketahanan kimia dan korosi yang unggul.

Selain itu, tangki polyethylene juga lebih tahan bocor dibandingkan dengan bahan lainnya. Hal ini karena proses pembuatannya, jadi saat difabrikasi, mereka dicetak menjadi struktur tunggal tanpa jahitan dan lapisan. Teknik fabrikasi ini meliputi pemesinan CNC, pencetakan rotasi, ekstrusi, pencetakan injeksi, pencetakan tiup, pembentukan vakum, pengecoran polimer, dan pencetakan 3D.


PE merupakan bahan yang serba guna, sehingga jenis dan aplikasinya bervariasi. Tangki plastik dapat diaplikasikan untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri. Misalnya untuk menampung air hujan, penyimpanan bahan kimia, dan sebagai jalur mengalirnya cairan.

Keuntungan utama dari penggunaan tangki plastik antara lain:

  1. Fleksibilitas, bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan.

  2. Tersedia berbagai ukuran dan bentuk, mulai dari bentuk silinder, persegi panjang, hingga bentuk khusus.

  3. Kekuatan bahan.

  4. Tahan terhadap UV.

  5. Tahan korosi.

  6. Harga terjangkau.

  7. Masa pakai yang lama dan biaya perawatan rendah.

  8. Ringan, sehingga biaya pengiriman juga akan lebih murah.

Lain-Lain


Itu dia jenis-jenis chemical storage tank yang umum digunakan oleh masyarakat. Selain itu, ada juga jenis tangki penyimpanan yang kurang umum digunakan, seperti tangki bawang (onion tank). Apakah Anda pernah mendengarnya? Tangki ini dapat digunakan untuk menyimpan air darurat.


Selain tangki bawang, ada juga tangki bantal (pillow tank) yang dapat dilipat layaknya bantal dan dapat digunakan kembali. Jadi, tangki jenis ini bisa digunakan sebagai penyimpanan sementara. Ada juga jenis tangki panel baja (steel panel tank) yang digunakan untuk penyimpanan air di daerah pedesaan dengan berbagai ukuran dan bentuk.


Kesimpulan


Secara keseluruhan, jenis-jenis chemical storage tank di atas memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Penting bagi Anda untuk menganalisis, manakah jenis yang paling sesuai dengan kebutuhan industri Anda. Penting bagi Anda untuk memahami pelanggan, supaya pelanggan merasa puas dengan operasional yang Anda miliki.


Oleh karenanya, perlu anda perhatikan juga sebelum menentukan jenis tangki apa yang akan digunakan, seperti bahan kimia yang akan disimpan, sifat material tangki, dan daya tahannya. Tangki polyethylene, stainless steel, fiberglass, dan beton merupakan pilihan yang bisa Anda pertimbangkan, karena layak digunakan untuk menyimpan bahan kimia. Sesuaikan lagi lingkungan dengan tangki yang akan Anda pilih. Gunakan tangki pada lingkungan yang tepat.


Memang benar, bahwa plastik secara keseluruhan menawarkan sifat dan kemampuan material yang lebih besar dibandingkan dengan alternatif lainnya. Selain aman dan juga tahan lama.


Untuk informasi lebih lanjut mengenai chemical storage tank, silakan hubungi kami melalui email di enquiry@flootank.com.





10 views0 comments